
Warna feses anabul tidak normal bisa menjadi petunjuk adanya gangguan kesehatan. Oleh karena itu, pemilik hewan perlu memperhatikan perubahan warna, bentuk, dan konsistensi feses.
Feses anjing dan kucing umumnya berwarna cokelat. Namun, warna tersebut dapat berubah akibat makanan, obat, atau kondisi kesehatan tertentu. Jika feses berubah menjadi hitam pekat atau sangat pucat, jangan langsung menganggapnya normal. Sebab, perubahan tersebut terkadang berkaitan dengan gangguan pencernaan maupun organ tubuh lainnya.Mengapa Warna Feses Anabul Bisa Berubah?
Warna feses dipengaruhi oleh makanan, proses pencernaan, dan cairan empedu. Selain itu, beberapa obat juga dapat mengubah warna kotoran. Perubahan ringan terkadang muncul setelah anabul mengonsumsi makanan tertentu. Meski demikian, perubahan warna yang mencolok tetap perlu mendapat perhatian. Terutama jika anabul juga mengalami muntah, lemas, atau penurunan nafsu makan.1. Feses Anabul Hitam Pekat, Apa Penyebabnya?
Feses yang berwarna hitam pekat, lengket, dan menyerupai aspal dapat menandakan adanya darah yang telah tercerna. Dokter hewan menyebut kondisi ini sebagai melena. Melena dapat muncul akibat perdarahan pada saluran pencernaan bagian atas. Misalnya, perdarahan dari lambung atau usus halus. Beberapa kondisi yang dapat berkaitan dengan feses hitam meliputi:- Luka atau peradangan pada saluran pencernaan.
- Gangguan pembekuan darah.
- Paparan obat atau zat tertentu.
- Benda asing yang melukai saluran pencernaan.
- Penyakit lain yang menyebabkan perdarahan.
2. Feses Anabul Sangat Pucat, Apakah Berbahaya?
Selain feses hitam, pemilik hewan juga perlu memperhatikan feses yang sangat pucat. Feses yang berwarna abu-abu pucat atau menyerupai tanah liat dapat berkaitan dengan gangguan aliran empedu. Pasalnya, pigmen empedu membantu memberikan warna cokelat pada feses. Dokter hewan mungkin perlu mengevaluasi kondisi hati, kantong empedu, atau saluran empedu. Akan tetapi, warna feses saja belum cukup untuk menentukan diagnosis. Di sisi lain, feses yang tampak pucat juga dapat dipengaruhi makanan atau kondisi pencernaan tertentu. Karena itu, pemeriksaan membantu dokter menemukan penyebab yang lebih tepat.3. Tanda Lain yang Perlu Diwaspadai
Perubahan warna feses perlu mendapat perhatian lebih jika muncul bersama keluhan berikut:- Nafsu makan menurun.
- Muntah berulang.
- Tubuh lemas atau tidak aktif.
- Diare berkepanjangan.
- Perut terasa nyeri.
- Berat badan menurun.
- Gusi terlihat pucat.
- Mata atau gusi tampak kekuningan.
4. Apa yang Harus Dilakukan Jika Warna Feses Berubah?
Pertama, perhatikan warna dan konsistensi feses. Selanjutnya, catat kapan perubahan tersebut mulai muncul. Pemilik hewan juga dapat mengambil foto feses sebagai informasi tambahan bagi dokter. Selain itu, ingat kembali makanan, suplemen, atau obat yang baru dikonsumsi anabul. Jika memungkinkan, bawa sampel feses segar dalam wadah bersih saat pemeriksaan. Hindari memberikan obat manusia atau obat pencernaan tanpa arahan dokter hewan. Sebab, beberapa obat dapat memperburuk kondisi tertentu.5. Pemeriksaan Feses Anabul di Dokter Hewan
Dokter hewan akan memulai pemeriksaan dengan menilai kondisi umum anabul. Kemudian, dokter dapat menanyakan riwayat makanan, obat, dan perubahan pola buang air besar. Jika diperlukan, dokter juga dapat merekomendasikan pemeriksaan tambahan, seperti:- Pemeriksaan feses.
- Pemeriksaan darah dan hematologi.
- Pemeriksaan fungsi organ melalui tes darah.
- USG atau pemeriksaan pencitraan lainnya.
