Scabies pada kucing merupakan penyakit kulit akibat infestasi tungau yang dapat menyebabkan rasa gatal hebat. Selain itu, penyakit ini bisa memicu kerontokan bulu, munculnya kerak, dan iritasi kulit.
Kucing yang mengalami scabies biasanya lebih sering menggaruk bagian tubuh tertentu. Bahkan, beberapa kucing terus menggaruk hingga menimbulkan luka.
Namun, tidak semua kucing yang gatal mengalami scabies. Alergi, infeksi jamur, kutu, dan penyakit kulit lainnya juga dapat menimbulkan gejala serupa.
Oleh karena itu, pemilik perlu mengenali gejala dan membawa anabul ke dokter hewan untuk mendapatkan pemeriksaan kulit.
Apa Itu Scabies pada Kucing?
Scabies pada kucing merupakan penyakit kulit akibat tungau parasit. Salah satu penyebab yang umum pada kucing adalah Notoedres cati, yang menimbulkan kondisi bernama notoedric mange.
Tungau tersebut menyerang kulit dan memicu rasa gatal yang intens. Akibatnya, kucing sering menggaruk bagian tubuh yang mengalami iritasi.
Selain itu, garukan berulang dapat merusak kulit dan meningkatkan risiko infeksi sekunder.
Scabies juga dapat menular melalui kontak dengan hewan yang terinfestasi. Karena itu, pemilik perlu memperhatikan kondisi hewan lain yang tinggal dalam satu rumah.
6 Gejala Scabies pada Kucing yang Perlu Diperhatikan
1. Kucing Sering Menggaruk Tubuh
Gatal hebat merupakan salah satu gejala utama scabies.
Kucing mungkin terus menggaruk telinga, kepala, leher, atau bagian tubuh lainnya. Bahkan, beberapa kucing terlihat gelisah akibat rasa tidak nyaman.
Oleh sebab itu, jangan mengabaikan kebiasaan menggaruk yang meningkat secara tiba-tiba.
2. Kulit Mengalami Kemerahan
Infestasi tungau dapat memicu peradangan kulit.
Akibatnya, beberapa bagian kulit terlihat merah atau mengalami iritasi. Selain itu, garukan berulang dapat memperburuk kondisi tersebut.
3. Muncul Kerak pada Kulit
Scabies pada kucing sering menyebabkan kerak tebal pada kulit.
Kerak dapat muncul di sekitar telinga, wajah, atau kepala. Namun, pada kondisi tertentu, masalah kulit juga dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya.
Karena itu, pemilik perlu memeriksa perubahan tekstur kulit kucing.
4. Bulu Kucing Mulai Rontok
Kucing yang mengalami scabies dapat kehilangan bulu pada bagian tubuh tertentu.
Selain akibat peradangan, garukan dan gesekan berulang juga dapat memperparah kerontokan.
Jika bulu mulai menipis atau muncul area botak, segera konsultasikan kondisi kucing dengan dokter hewan.
5. Kucing Menjadi Gelisah
Rasa gatal yang intens dapat mengganggu kenyamanan kucing.
Akibatnya, kucing mungkin lebih sering menggaruk, sulit beristirahat, atau menunjukkan perubahan perilaku.
Selain itu, sebagian kucing menjadi lebih sensitif ketika pemilik menyentuh bagian kulit yang bermasalah.
6. Muncul Luka Akibat Garukan
Garukan berlebihan dapat menimbulkan luka pada kulit.
Luka tersebut berisiko mengalami infeksi bakteri sekunder. Oleh karena itu, pemilik sebaiknya segera mencari bantuan dokter hewan apabila kulit mulai terluka, membengkak, atau mengeluarkan cairan.
Apakah Scabies pada Kucing Bisa Menular?
Ya, beberapa jenis tungau penyebab scabies dapat berpindah melalui kontak langsung dengan hewan yang terinfestasi.
Karena itu, kucing yang tinggal bersama hewan lain memiliki risiko terpapar apabila salah satu hewan mengalami infestasi tungau.
Selain itu, beberapa jenis tungau penyebab kudis pada hewan dapat menimbulkan iritasi kulit sementara pada manusia.
Namun, risiko penularan dan dampaknya bergantung pada jenis tungau. Tidak semua penyakit kulit kucing memiliki pola penularan yang sama.
Untuk mengurangi risiko penularan, pemilik dapat melakukan beberapa langkah berikut:
- Membatasi kontak hewan yang mengalami gejala dengan hewan lain.
- Membersihkan alas tidur dan perlengkapan hewan.
- Mencuci tangan setelah menangani hewan yang mengalami masalah kulit.
- Mengikuti anjuran dokter mengenai pemeriksaan hewan lain yang tinggal bersama.
- Menjalankan pengobatan sesuai petunjuk dokter hewan.
Jika anggota keluarga mengalami keluhan kulit setelah kontak dengan hewan yang sakit, konsultasikan dengan tenaga medis.
Bagaimana Dokter Hewan Memeriksa Scabies?
Dokter hewan akan memulai pemeriksaan dengan mengevaluasi kondisi kulit dan riwayat kesehatan kucing.
Pertama, dokter akan menanyakan kapan gejala muncul dan apakah kucing pernah kontak dengan hewan yang mengalami masalah kulit.
Selanjutnya, dokter akan memeriksa area yang gatal, mengalami kerontokan, atau menunjukkan perubahan kulit.
Apabila diperlukan, dokter dapat melakukan pemeriksaan kerokan kulit atau skin scraping untuk mencari tungau melalui mikroskop.
Namun, hasil kerokan kulit yang negatif tidak selalu menyingkirkan kemungkinan infestasi tungau. Karena itu, dokter akan mempertimbangkan gejala klinis dan pemeriksaan lainnya.
Pemeriksaan tambahan juga dapat membantu membedakan scabies dari infeksi jamur, alergi, atau penyakit kulit lain.
Pengobatan Scabies pada Kucing
Pengobatan scabies bertujuan mengatasi infestasi tungau dan membantu memulihkan kondisi kulit.
Dokter hewan dapat memberikan obat antiparasit yang sesuai berdasarkan jenis tungau, usia, berat badan, dan kondisi kesehatan kucing.
Selain itu, dokter mungkin menyarankan penanganan tambahan apabila kucing mengalami infeksi kulit sekunder.
Selama masa pengobatan, pemilik perlu mengikuti jadwal pemberian obat dan kontrol yang dokter tentukan.
Jangan memberikan obat scabies manusia atau obat antiparasit anjing kepada kucing tanpa arahan dokter hewan. Beberapa bahan obat dapat berbahaya bagi kucing.
Pengobatan yang tepat membutuhkan diagnosis dan evaluasi kondisi pasien.
Mengapa Skin Check Penting untuk Kucing yang Gatal?
Pemeriksaan kulit atau skin check membantu dokter hewan mencari penyebab gatal pada kucing.
Sebab, rasa gatal tidak selalu menandakan scabies. Kucing juga dapat mengalami masalah kulit akibat kutu, jamur, alergi, atau infeksi lainnya.
Melalui skin check, dokter dapat mengevaluasi kondisi kulit dan menentukan pemeriksaan lanjutan yang diperlukan.
Dengan demikian, dokter dapat memilih penanganan yang lebih sesuai dengan penyebab masalah.
Selain itu, pemeriksaan lebih awal dapat membantu mengurangi risiko kerusakan kulit akibat garukan berulang.
Skin Check dan Pengobatan Scabies di Nusaloka Pet Clinic BSD
Apakah kucing Anda sering menggaruk, mengalami kerontokan bulu, atau memiliki kerak pada kulit?
Nusaloka Pet Clinic BSD menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan dan penanganan masalah kulit kucing sesuai hasil evaluasi dokter hewan.
Melalui konsultasi, dokter akan memeriksa kondisi kulit, mengevaluasi keluhan, serta menentukan kebutuhan pemeriksaan penunjang.
Selain itu, dokter dapat memberikan rekomendasi pengobatan berdasarkan diagnosis dan kondisi kesehatan kucing.
Bagi pemilik hewan di BSD, Serpong, Rawa Mekar Jaya, dan sekitarnya, pemeriksaan kulit dapat membantu menemukan penyebab gatal yang dialami anabul.
Kesimpulan
Scabies pada kucing merupakan penyakit kulit akibat tungau yang dapat menyebabkan gatal hebat, kerak, dan kerontokan bulu.
Selain itu, infestasi tungau dapat menular kepada hewan lain melalui kontak tertentu.
Namun, tidak semua masalah kulit yang menyebabkan gatal merupakan scabies. Karena itu, pemeriksaan dokter hewan sangat penting untuk menentukan penyebab dan pengobatan yang sesuai.
Jangan tunggu sampai kulit anabul terluka. Jadwalkan skin check untuk membantu menjaga kesehatan kulit kucing kesayangan.
Konsultasi Dokter Hewan di BSD
Nusaloka Pet Clinic
Alamat: Nusa Loka Park BSD, Jl. Batam No. I No. 16, Rawa Mekar Jaya, Serpong, Tangerang Selatan, Banten 15310.
WhatsApp: +62 877-6444-5989
Hubungi Nusaloka Pet Clinic untuk informasi pemeriksaan kulit, konsultasi dokter hewan, pengobatan masalah kulit, dan reservasi.
